Pengalamanku saat PTM 100%
Halo para pembaca! Nama saya Aisha Fathina Sakhi dari kelas 7E.
Hari pertama PTM (Pembelajaran Tatap Muka) 100% dilaksanakan pada tanggal 3 Januari, pada saat masuk sekolah kita di arahkan untuk cuci tangan dan mengecek suhu dahulu seperti saat PTMT, sebelum masuk ke dalam sekolah. Kemudian setelah cuci tangan dan mengecek suhu kita scan barcode PeduliLindungi, yang sebelumnya kita mengisi scrining sekarang digantikan hanya dengan scan barcode. Menurutku jadi lebih mudah, karena kalau harus scrining dapat menghabiskan waktu yang agak banyak.
Setelah itu kami masuk ke kelas dan memilih bangku secara bebas, tidak sesuai dengan absen. Aku sangat senang dengan PTM 100% ini, karena bisa bertemu dengan semua teman teman dan tidak terbatas. Semoga seterusnya sekolah akan terus PTM dan tidak selang-seling dengan sekolah online. Pembelajaran secara langsung menurutku saat guru mengajar lebih mudah di pahami, karena tidak ada lagi gangguan seperti gangguan sinyal, gangguan speaker saat menggunakan aplikasi ZOOM.
Mungkin saat PTM banyak yang ketiduran saat jam terakhir, bisa jadi karena terbiasa saat sekolah online dia offcam dan tidur, dan akhirnya menjadi kebiasaan saat sekolah offline. Jujur saja pengalamanku sendiri saat jam pelajaran terakhir mataku sedikit berat, dan untuk mengatasi itu aku biasanya mencatat yang sedang dijelaskan oleh guru, walaupun mungkin pembahasan ada di buku, namun aku sebisa mungkin untuk mencatat penjelasan guru. Kenapa mencatat? Karena hal tersebut memang sangat penting apalagi jika ada hal-hal penting yang sedang dijelaskan. Dari pada hanya mendengarkan dan bikin kita menjadi sedikit ngantuk, jadi lebih baik kita mencatat hal-hal penting yang sedang dijelaskan.
Nah saat pelajaran TIK ini, dimana aku sedang menulis blog yang sedang kalian baca. Aku sedang berada di LabComputer sekolah Labschool Jakarta, Karena aku membawa laptop sendiri dari rumah maka aku lebih memilih untuk menggunakan laptop sendiri dari pada menggunakan laptop yang disediakan di sekolah, karena mungkin agak sulit dan prosesnya agak lama jika harus membuat folder baru, import foto yang mau di tampilkan di blog. Aku sangat senang karena bisa belajar dan kumpul bareng dengan teman-teman saat menuliskan blog ini, dan semoga kita bisa terus untuk melaksanakan PTM 100% ini.
Saat istirahat kami bisa duduk di kantin, halma serta tempat tempat lainnya. Namun karena agak ramai dan membuka masker jadi aku lebih memilih untuk makan dan istirahat di kelas, karena yang pastinya lebih aman, tidak bising dan juga lebih nyaman istirahat di kelas. Kantin tidak buka dan tidak ada yang berjualan. Jadi kami cukup untuk membawa bekal saja. Sebenernya aku sangat rindu makanan-makanan di kantin sekolah, dan belum sama sekali membeli makanan dan jajanan di sekolah Labschool, jadi sangat ingin mencoba makanan dan jajanan disini.
Setelah istirahat kami lanjut ke pelajaran terakhir. Waktu semakin dekat untung pulang sekolah, dan yang pastinya sangat ditunggu-tunggu oleh kalian semua, betul tidak? Nah sebelum pulang sekolah yang beragama Muslim sholat di sekolah karena pulang saat jam 12:00. Dan banyak juga yang lebih memilih untuk sholat dirumah, untuk hari rabu karena ada ekskul pilihan saat jam 13:00 maka kita pulang lebih dulu yaitu jam 11:30. Dikarenakan pulang sebelum adzan sholat Dzuhur maka yang Bergama Muslim diperbolehkan untuk sholat dirumah dan tidak sholat berjamaah seperti hari lainnya.
Sekian pengalaman PTM dariku, semoga dapat bermanfaat bagi kalian yang membaca blog ini!
kerennn aicaaaa🤍
ReplyDeletemakasii
Deleteterima kasih sdh menliskan kisahnya di blog
ReplyDeleteterima kasih juga omjay atas bimbingannya
Deletekereennn
ReplyDeletethank u cacacaca
Deletekeren sekali 😍
ReplyDeletetrims
Delete